Tidak Perlu Takut Belanja Online

JAKARTA - Kemajuan teknologi yang pesat memengaruhi berbagai aspek  kehidupan masyarakat modern mulai dari cara berkomunikasi, interaksi melalui jejaring sosial, kepentingan perbankan hingga belanja kebutuhan sehari-hari.

Jika dulu orang melakukan transaksi secara langsung dengan bertatap muka, kini berbelanja semudah menekan sejumlah tombol dan barang yang dibeli akan diantarkan beberapa hari kemudian. Hanya saja, belanja daring (online) menghadapi sejumlah permasalahan, seperti keamanan bertransaksi, kepercayaan konsumen terhadap penjual, masalah pengiriman, hingga ketersediaan internet yang tak merata di sejumlah daerah.

Indonesia memiliki angka pengguna internet tertinggi dengan pasar yang diperkirakan akan terus tumbuh hingga tahun-tahun mendatang. Pada tahun 2015, sekitar 95 juta penduduk Indonesia sudah menjadi pengguna aktif internet dan diprediksi akan mencapai lebih dari 102 juta orang pada 2016.

Tercatat, sebanyak 7,4 juta orang telah terbiasa berbelanja daring. Tentu ini membuka kesempatan munculnya bisnis e-commerce. Meski telah banyak pengguna internet yang berbelanja daring, tidak sedikit pembeli yang masih ragu untuk membeli sebuah barang. Alasannya beragam, tapi yang sering ditemui adalah tidak ada atau susah untuk melacak bukti fisik pembelian.

Tidak banyak orang tahu bahwa di balik setiap kegiatan transaksi jual beli online/ daring, ada pihak yang menjembatani proses pembayaran dan memastikan setiap transaksi tercatat. Fastpay, misalnya, selaku payment gateway terkemuka di Indonesia menyadari hal ini dan berusaha menjembatani hubungan antara online merchant kepada payment channel/bank yang ada untuk memudahkan user membeli barang.

"Keberadaan kami adalah untuk membangun kepercayaan konsumen online. Sebab jika kepercayaan itu telah terbangun, setiap kegiatan transaksi akan berjalan lancar dengan semestinya dan hal ini menguntungkan pihak pembeli mau pun penjual. Dampak lebih jauhnya, jika seluruh kegiatan transaksi berjalan lancar, tentu perekonomian kita akan membaik," kata Hioe Fui Kian, Direktur Fastpay, dalam keterangan resmi yang diterima bisnis.com, Jumat (5/2/2016).

Menurut dia, banyaknya bisnis berbasis start-up dan munculnya entrepreneur independen yang memulai bisnis online bermodalkan promosi di media sosial seperti Facebook dan Instagram memicu pertumbuhan dan mereka membutuhkan solusi pembayaran yang tepat untuk mendapat kepercayaan konsumen dan mengembangkan bisnis mereka.

"Rata-rata mitra kami telah berbadan hukum, tapi kami tidak menutup kemungkinan untuk usaha kecil. Kami akan terus berinovasi, melihat kebutuhan pasar, pengguna, dan bukan tidak mungkin untuk mendukung usaha-usaha kecil," ujarnya.

Disinggung mengenai jaminan keamanan transaksi, Fui Kian menambahkan, sebagai payment gateway, Fastpay mempunyai sertifikasi untuk sistem keamanan, yakni PCI DSS.

"PCI DSS berfungsi untuk memastikan sistem kami aman dan terkunci. Kami mendapatnya dengan berbagai penilaian infrastruktur yang dipunyai. Setahun sekali kami diaudit oleh lembaga independen yang bernaung di bawah Visa dan Master. Jadi bisa dipastikan aman," jelasnya.(*)

Padang Pasir, Kota Padang

Order Via :

WhatsApp Telepon Kirim SMS